Kupersembahkan Kepada Kalian Semua Cerita kisah Dari hidupku Yang Penuh Arti Dalam Sebuah Karya Tulis "Ceritaku Kutuliskan"

Sabtu, 07 Maret 2015

The Girl Last Night


Cerita Dulu Ya frends
Sumber : Teman Arnaldo Manalu

Rio bolak – balik mengecek handphonenya . Ia menatap layar kaca Handphone , tapi tak satupun SMS nya dibalas oleh Nadia . Rio tak kehabisan cara , ia me’miscall’ Nadia siapa tahu Nadia akan mengangkatnya .
            Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi          
Tuutt Tuuutttt
 “ Sial ! “ maki Rio dalam hatinya . Ini sudah yang ke – 10 kalinya dia menghubungi Nadia tetap saja tak ada panggilan yang terjawab .
“ Ada apa denganmu , Nadia ? “ Rio bergumam pelan . Pikirannya menerawang jauh , ia teringat akan kejadian tadi siang .
Rio mengarahkan sepeda motornya ke rumah Nadia , ia berhenti tepat di depan gerbang rumahnya .
“ Nadia .. Nadia “ panggilnya berulang kali berharap empunya rumah akan menemuinya . Ternyata bukan Nadia , tapi ibunya .
“ Ini nak Rio kan ? “ tanya ibunya .
“ Iya tante , boleh tahu Nadia ada di rumah gak ? “
“ Oh , Nadia dia barusan aja pergi . “ ujar ibunya.
“ Kalau begitu , terimakasih ya tante . “ Rio mengangguk pelan sambil menyimpulkan senyum ramah pada ibunya Nadia .
Sekarang , Rio jadi bingung ke mana ia akan mencari Nadia . Teman – teman Nadia yang ditanyainya tak tahu menahu di mana keberadaan Nadia . Hanya saja ada satu perkataan yang mengusik hatinya .
“ Oh Nadia ?! Bukannya gua mau manas – manasin elu ya , bro , tadi gua lihat si Nadia jalan bareng laki – laki . Kelihatannya mereka on the way ke Taman Bunga . “ ujar Hendro .
“ Ah elu bisa aja , Ndro . Ngeledek gua aja lo . “ Rio terkekeh mendengar penuturan dari temannya .
“ Gua serius lho . Gua ngeliat pake mata kepala gua sendiri kalo dia jalan sama cowok . Kayaknya mereka berdua ada hubungan spesial deh . “ Hendro mengacungkan dua jarinya berlambang ‘ peace ‘ pada Rio .
“ Kalo begitu gua mau pergi ngebuktiin kata – kata elo . Kalo omongan elu gak bener , gua tampol kepala lo . “ Rio menggertak .
“ Ya udah pergi aja sono . “ Hendro melenggang pergi seraya Rio menancap gas sepeda motornya menuju taman bunga .
Sepanjang perjalanan , hatinya masih menerka – nerka siapa yang jalan bersama dengan Nadia , pacarnya tersebut . Apakah itu temannya , saudara , atau mantannya . Berbagai praduga terus bermunculan bersamaaan dengan kebimbangan dan kepastian yang tak menentu . Memikirkan ini saja membuat keningnya berdenyut pelan -- pening . Rio memijit – mijit kepalanya sejenak dan menaikkan laju sepeda motornya .
Sampailah ia di Taman Bunga . Rio melangkahkan kakinya dan mencari – cari di mana Nadia berada . Kaus oblong orange , skinny jeans , ikat rambut ‘ Hello Kitty ‘ seolah menandakan bahwa perempuan yang sedang mengitari jalan di sepanjang taman itu adalah Nadia , pacarnya . Tak habis pikir , Nadia sedang menggandeng tangan seorang pria , erat sekali . Sepasang kekasih itu bercengkerama , tertawa dalam keceriaan berdua . Rio melihat pemandangan ini ,  hatinya panas , darahnya mendadak mendidih , ia mengepalkan tangannya dan segera melabrak mereka .
“ Hey apa yang kalian lakukan di sini ?! “ sergah Rio .
“ Rio ?! “ Nadia menoleh seketika wajahnya tegang , ia langsung mengenyahkan genggaman tangannya .
“ Siapa dia , Nadia ? “ tanya Andrea pada Nadia .
“ Dia Rio , pacarku . “
Rio menatap tajam ke arah Andrea , langsung saja Rio mencengkeram kerah bajunya .
“ Kurang ajar kau ! “ emosinya meledak . Kini tangan kanannya meninju muka Andrea .
Andrea terjatuh menerima pukulan dari Rio . Andrea merasa terancam , bangkit dan bersiap membalas pukulan Rio . Andrea berhasil memukul telak Rio di bagian perutnya , membuat Rio tersungkur mencium tanah . Rio lantas bangkit dan langsung meninjunya di bagian dada . Tumbukan keras itu membuat dada Andrea sesak dan terbatuk – batuk . Melihat lawannya lengah , amarah Rio semakin menjadi , Rio mengerahkan kekuatannya untuk meninju dan menendangnya secara brutal dan membabi buta , ia ingin menghabisi Andrea .
Nadia yang masih kebingungan di sana , melihat Rio yang semakin menggila menghajar Andrea , Nadia memekik keras guna melerai kedua lelaki itu .
“ Hentikann ! “ jeritnya .
Kedua lelaki yang tengah bergulat sengit itu menghentikan aksi mereka .
“ Nadia , coba jelaskan kenapa kamu bisa jalan sama laki – laki gak tahu diri ini ?! “ telunjuknya menuding ke arah Andrea . Andrea berusaha berdiri sambil memegang dadanya sengal dan menyeka darah yang berada di pinggir bibirnya .
“ Seharusnya aku yang nanya sama kamu ? Kenapa kamu tega selingkuh di belakangku ?! “ tukas Nadia . Ia tak mampu membendung lagi air mata di sela kelopak matanya .
“ Apa maksud kamu ?! Aku sama sekali tidak mengerti ! “ sanggah Rio . Andrea hanya menyimak lebih tepatnya menyaksikan sejoli kekasih yang terlibat pertengkaran itu .
“ Jadi kau tidak ingat saat kau duduk berdua dengan Irene di restoran kemarin ? Ingatkah kau ?! “ tegas Nadia .
Rio mencoba memutar – mutar kemabali memori di otaknya masih mencari – cari kebenaran dari perkataan Nadia seputar ‘duduk berdua‘ , ‘restoran‘ , ‘Irene‘ . Ia masih mencerna baik – baik apa yang dikatakan oleh Nadia . Rio tercekat . Sekarang , ia bisa mengerti apa yang dimaksud oleh pacarnya itu .
Pertemuannya dengan Irene di restoran itu tak lain hanya sebatas silahturahmi . Irene sudah lama mengenal Rio karena mereka teman satu SD dan sekarang dipertemukan di universitas yang sama , pula berteman akrab dengan Nadia . Mungkin Nadia mencium kedekatan mereka saat ia melihat Rio , pacarnya duduk berdua dengan temannya saat ia mendatangi restoran itu . Tatapan mata itu tak biasa , ada rasanya yang tersimpan , mungkin terpendam di salah satu dari mereka . Entah Rio ataupun Irene . Dugaannya semakin menguatkan ketika tangan Irene mendekap tangan Rio , dan Rio tak bereaksi apa – apa menerima perlakuan itu . Ia mencurigai pacarnya main hati dengan temannya sendiri .
“ Jangan berprasangka buruk seperti itu , aku bisa ... “ Rio merendahkan tekanan bicaranya agar bisa meredam emosi pacarnya .
“ Bisa membuktikan kalau kamu suka sama dia kan ? “ potong Nadia .
“ Nadia ! “ senggak Rio .
“ Ya kan Rio ?! “ tegas Nadia lagi .
“ Nadia jaga omonganmu ! Aku tak ada hubungan apa – apa dengan Irene ! Aku sama dia hanya teman ! “ Rio membentak Nadia , emosinya memuncak , ia tak tahan lagi dengan semua tudingan Nadia pada dirinya .
“ Andrea , ayo kita pergi dari sini . “ Nadia berlalu dari hadapan Rio dan menarik tangan Andrea , rasanya ia ingin sekali meninggalkan taman itu secepatnya .
“ Tunggu dulu , Nadia ! “ Rio mencoba mencegat Nadia tapi ia gagal . Nadia mengencang pegangannya pada pinggang Andrea , sepeda motor Andrea melesat jauh meninggalkan Rio di sana .
Rio hanya termangut . Ia tak tahu kenapa kejadian ini bisa menimpanya -- sial . Memang benar , kemarin ,  ia pergi bersama Irene ke restoran . Tapi ia sendiri heran , siapa yang memberitahu Nadia kalau dia berada di sana . Ia juga tak sadar ketika dia sedang berbincang dengan Irene , tangan Irene sudah memegang tangannya .
Bodoh bodoh bodoh !
Rio mencak - mencak sambil tak henti dia merutuki dirinya . Tapi tak ada gunanya menyalahkan dirinya sendiri, semuanya sudah terjadi .
Rio melangkah maju menuju sepeda motornya , ia tak memperdulikan tatapan orang yang melihat pertengkarannya tadi . Rio langsung tancap gas meninggalkan taman itu karena dirinya sudah kepalang malu karena pertengkaran tadi .
Sudah setengah perjalanan ia lalui , pikirannya masih saja mengawang akan Nadia . Tak disangkanya , hanya kejadian kecil seperti ini saja Nadia sudah berpaling darinya dan berani – beraninya ia menggandeng mantannya yang sudah lama putus sejak 2 tahun lalu – gila . 
Ngiung Ngiung Ngiung
Sirine ambulance berdenging kecil merusak lamunannya . Ambulance itu melaju kencang dari arah belakang , Rio sontak terkejut sambil menyingkirkan sepeda motornya ke kiri .
“ Ambulan sialan ! “ makinya pada ambulan itu . Tapi ambulan itu terus melesat tanpa memperdulikan makian Rio . Tak henti – hentinya sirine itu bergaung , sepertinya ada seseorang yang sudah mati atau kritis dalam mobil itu . Sepertinya .
Jam 19 . 00 , ia sudah berada di rumah . Dengan perasaan dongkol , ia membanting pintu dan memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah . Ia tak memperdulikan ibunya yang berada di depannya . Rio hanya bisa membisu ketika ibunya bertanya kenapa ia membanting pintu dan bergegas menuju kamarnya .
Rio mengunci kamarnya . Ia merebahkan badannya ke kasur tanpa melepaskan jaketnya . Ia tak peduli . Kejadian hari ini membuat hatinya hancur lebur . Ia betul – betul bingung , mau dibawa kemana kekesalan ini , pada siapa dia lampiaskan amarahnya , pertanyaan retoris itu terus saja bergema di tengah kegalauannya .
Tak sadar , air mata sudah meluncur ke pipinya . Ini tak bisa lagi ditahankannya . Hanya air mata yang bisa mengungkapkan kala kata tak bisa lagi terucap .
Namun kesedihaan itu tak berlangsung lama baginya . Rio segera menghapus air mata yang masih membasahi pipinya dan mencoba menghubungi Nadia barangkali ia bisa membujuknya untuk memberitahu siapa yang mengatakan kalau dia sedang berada di restoran dan sekaligus meminta maaf jika itu diperlukan .
Sudah sepuluh kali ia coba menghubungi dan meng-SMS Nadia tapi tak satupun yang mendapat balasan .
“ Ada apa ini ? “ gumamnya lemah .
Ambulan , entah mengapa ambulan itu sangat melekat di pikirannya . Ambulan itu seperti membawa suatu pertanda . Bukan pertanda biasa bisa saja malapetaka . Jantungnya berdegup kencang , ketika ambulan itu hendak melintas di hadapannya .
“ Apa yang dibawa ambulan ini sehingga aku jadi degdegan begini ? “ rasa penasaran itu terus memuncak tapi hatinya yang masih dipenuhi rasa kesal , menahannya untuk tidak mengikuti ambulan itu lebih jauh dan memilih pulang ke rumah .
Pikirannya semakin kacau memikirkan Nadia yang tak jelas keadaannya . Rio memutuskan untuk keluar rumah untuk mencari angin malam guna menenangkan diri dan meninggalkanHandphonenya di kamar .
Ia menggiring sepeda motornya keluar dan dan men-stater nya . Sebenarnya , ia ingin sekali berpamitan dengan ibunya akan tetapi rasa bersalah masih hinggap di hatinya , sehingga ia memilih untuk memacu sepeda motornya meninggalkan rumah .
Pendaran sinar bulan menaungi kegelapan malam . Jangkrik bernyanyi merdu diiringi lolongan anjing malam menambah suasana jalan semakin mencekam . Padahal masih jam 8 malam , rasanya seperti sudah jam 12 malam . Ini yang tergambar dalam benak Rio melihat kondisi jalan Daan Mogot yang cukup ramai dilalui kendaraan pada siang hari sekarang lengang , tak satupun deru mesin terdengar .
            Lima tanjakan yang dibuat berjarak 7 meter per tanjakan , membuat Rio harus menurunkan kecepatan sepeda motornya . Bukan tanpa alasan tanjakan itu dibuat . Tanjakan itu dibuat karena jalan Daan Mogot rawan kecelakaan . Dibalik ramainya jalan itu , ternyata menyimpan sisi kelam di dalamnya . 
            “ Siapa yang berdiri di sana ? “ Rio membatin .
            Rio memicingkan matanya melihat bayangan seseorang tersorot lampu jalan . Seperti bayangan seorang wanita yang berdiri menunggu seseorang . Rio mencoba mendekat ke sana .
            “ Nadia ?! Apa yang kamu lakukan di sini ?! “ tanya Rio tersentak sambil mematikan sepeda motornya .
            “ Menunggu kamu . “ jawab Nadia .
            “ Sendirian ?! “
            Nadia hanya berdeham menjawab pertanyaan Rio .
            “ Ada sesuatu yang ingin kubicarakan sama kamu . “ tutur Nadia dengan mimik serius terpahat di wajahnya .
            Rio kembali menghidupkan sepeda motornya dan mempersilahkan Nadia naik ke jok belakang sepeda motornya . Ia tahu ke mana tempat yang cocok untuk berbincang dalam situasi seperti ini – Taman Bunga .
            Rio memacu sepeda motornya menuju Taman Bunga . Ada keganjilan ketika ia memandang wajah Nadia . Roman pucat dingin menghiasi paras ayu nya . Meskipun ia menyunggingkan senyum , tapi senyuman itu lebih menyerupai seringai kecil yang dipaksakan , agak menyeramkan .
            Rio menoleh ke belakang sambil sekilas memandang wajah kekasihnya . Sama seperti yang dilihatnya tadi , melihat noda darah kering yang menempel di pelipisnya , Rio memberikan sapu tangan miliknya pada Nadia untuk dibersihkannya  . Rio langsung memalingkan matanya ke depan , dan kembali fokus pada sepeda motornya .
            Akhirnya , tibalah mereka di Taman Bunga . hanya memakan waktu 10 menit dari jalan Daan Mogot . Rio memarkirkan sepeda motornya di samping bangku taman yang tergeletak di sana . Nadia sudah turun dari jok sepeda motornya dan melangkah menuju bangku taman . Rio langsung mengambil tempat di sebelah Nadia usai ia mengantongi kuncinya .
            Hanya mereka berdua di sana , ditemani lampu taman yang bersinar lemah di samping mereka . Keduanya saling bertatap mata seolah ingin mengutarakan isi hati mereka . Nadia coba membuka pembicaraan .
            “ Rio maafin aku ya ?.. “ ucap Nadia lembut .
            “ Maafin ? Maaf untuk apa ? “ Rio bertanya balik pada Nadia . Rio sebenarnya tahu apa yang dimaksud oleh Nadia , tapi ia memilih untuk berpura – pura tidak tahu .
            “ Perbuatanku tadi siang . “
            Rio sudah menduga kalau itu yang akan diucapkannya . Namun , ada hal yang beda saat ia mengucapkan kata itu . Rona - rona penyesalan teramat dalam tergambar jelas di wajahnya . Tatap mata sayu Nadia membuat hati Rio yang tadinya kesal , sekarang meluluh . Ia tidak tega kalau harus mengungkit – ungkit kejadian tadi siang , itu hanya bisa disimpannya dalam hati .
            “ Aku sudah memaafkanmu , Nadia . Jauh sebelum kau mengucapkan kata maaf itu . “ Rio memandang wajah Nadia berkaca – kaca .
            Kata – kata itu lepas begitu saja dari bibirnya itu . Ia sudah tak sanggup menyimpan rasa benci di hatinya , tak sepercik pun . Ia berharap Nadia tak menyimpan rasa benci itu di hatinya . Ia tak tak ingin hubungan yang sudah mereka jalin hampir tiga tahun itu kandas di tengah jalan , Rio berkeinginan hubungannya ini langgeng sampai di ranjang pelaminan .
            “ Rio , apakah kau akan tetap bersamaku ? “ tanya Nadia wajahnya setengah menunduk .
            Rio menegakkan kembali wajah Nadia yang tertunduk . Matanya menatap lekat – lekat ke dalam bola mata kekasihnya itu . Getaran – getaran cinta merasuk dalam diri Rio , membuat jantungnya berdegup kencang , darahnya mengalir deras , menghanyutkan mereka dalam gelora asmara yang begitu hangat . Rio mengangkat dan menggenggam erat tangan Nadia .
            “ Aku takkan meninggalkanmu . Kamu selamanya di hatiku . “ Rio semakin mengeratkan genggamannya , seakan – akan itu adalah saat terakhir ia menggenggam tangan kekasihnya itu .
            Nadia refleks memeluk tubuh Rio . Tangisan Nadia memecah kesunyian taman sejenak . Jangkrik yang sedari tadi bernyanyi , ikut hening mendengar isak tangis yang mengalun dari mulut gadis itu . Rio coba merangkulnya perlahan – lahan , merasakan hangat tubuh Nadia menyatu dengan tubuhnya . Kini Rio sudah merangkulnya , keduanya larut dalam syahdunya cinta  . Malam ini , dunia serasa milik mereka berdua , tak ada seorang pun bisa mengganggu .
            “ Rio bisa kau menungguku untuk sesaat ? “ tanya Nadia yang sudah melonggarkan pelukannya .
            “ Ya tentu . “ jawab Rio singkat .
            Nadia beralih dari hadapannya menuju tempat yang gelap agak jauh dari bangku taman . Rio tidak terlalu detil menanya , ia tahu mungkin Nadia ingin menelepon orang tuanya sekedar memberi tahu di mana ia berada karena ia tidak sempat berpamitan dengan orang tuanya . Rio hanya menunggunya saja sampai ia selesai bertelepon .
            Malam ini akan menjadi malam yang sangat indah baginya dan menjadi malam yang terakhir untuknya bisa bersama Nadia . Entah kenapa , ia bisa berpikiran seperti itu , ia juga tak mengerti . Wajah Nadia yang pucat dan noda darah yang telah mengering itu mengundang sejuta pertanyaan mengambang di pikirannya . Rio menepis , ia tak ingin berpikiran buruk lagi tentang Nadia .
            Sudah lima belas menit ia menunggu , tapi Nadia tak kunjung datang menemuinya . Rasa khawatir dan was – was mulai menyergapnya . Rio bangkit dari kursi dan berinisiatif mencari Nadia , barangkali ia masih ada di taman itu , tak mungkin ia nekat pulang malam – malam sendirian . Jam tangan menunjukkan pukul 10 malam . Pantas saja , semilir angin malam semakin dingin menusuk kulitnya , menambah kesan mistis di taman itu .
            Taman itu tak terlalu luas , jadi Rio tak perlu menghidupkan sepeda motor untuk mencari Nadia . Jangkrik dan kepik malam kembali bernyanyi , bukannya membuat hatinya tenang , mereka seolah menerornya dengan derikan yang semakin kuat dan menggema . Nyalinya ciut , ketika ia menangkap sayup – sayup lirih berbisik di telinganya  .
            “ Kau tidak akan bisa melihatnya lagi . “ bisik suara lirih itu di telinganya .
            “ Hei , siapa kau ?! Kalau kau berani , ayo tunjukkan wajahmu , jangan bersembunyi ! “ senggak Rio pada sumber suara tak berwujud itu .
            Matanya liar mengedar ke seluruh sisi di Taman Bunga itu . Dan matanya tertuju pada seseorang misterius yang berdiri tak jauh di samping nya . Rio tersentak . Ia melihat seorang laki – laki dengan tampang dingin dan sangar memelototi dirinya . Tatapan itu amat menusuk , membuat Rio makin gentar dan memalingkan matanya , ia tak ingin berlama – lama menatap mata lelaki misterius itu – menyeramkan sekali , pikirnya .
            Rio melirik lagi di sampingnya dan ternyata lelaki itu t’lah lenyap . Ia teringat akan Nadia yang mungkin sudah lama juga menunggu . Perkiraannya sungguh tepat , Nadia sudah menunggunya di sana .
            “ Nadia , darimana saja kamu ? Aku sempat khawatir mencari kamu . “ ujar Rio ,bulir  keringat dingin meluncur pelan dari dahinya .
            “ Maaf , Rio , aku tadi mencari tempat yang terang jauh dari taman ini . “ ucap Nadia dari bibir merah pucatnya itu .
            “ Lebih baik kita pulang , Nadia . Perasaanku mulai tak enak . “ jelasnya .
            Nadia hanya mengangguk pelan mendengar tanggapan dari Rio . Rio mengambil kunci yang berada di sakunya dan menyalakan sepeda motornya . Ia memacu sepeda motornya , meninggalkan taman itu .
            Sepanjang jalan , Rio mulai was – was . Tampaknya ia seperti diawasi dari belakang . Ia melirik ke kaca spion dan tak melihat apapun di sana . Hanya Nadia masih duduk tenang , mengamati lukisan pemandangan di malam hari .
            “ Rio jangan antar aku di depan rumahnya , ya ? “ ucap Nadia lirih .
            “ Lho memangnya kenapa ?!  ” kata Rio sambil membuka kaca helmnya .
            “ Aku takut kamu dimarahi orang tuaku . “ jawab Nadia pelan .
            Rio melirik jam tangannya , jam 10 . 15 malam . Ia tak menyangka waktu akan berjalan secepat ini ketika ia menghabiskan waktunya bersama Nadia . Langsung saja Rio menambah kecepatan sepeda motornya agar Nadia bisa pulang ke rumahnya lebih cepat .
            “ Di sini aja , Rio . “
            Rio mengerem sepeda motornya pelan . Ia tidak mengerti mengapa Nadia memilih turun di sini . Rimbunan pepohonan akasia yang tumbuh di pinggir jalan membuat bulu kuduk Rio meremang . Pepohonan itu seakan memiliki ribuan mata , melihat apa yang ada di sekelilingnya termasuk kedatangan mereka di sana .
             Nadia turun dari jok belakang dan berpamitan pada Rio .
            “ Selamat malam Rio . Sampai jumpa besok . “ Nadia mengulas senyum datar sambil berpaling dari hadapan Rio .
            Rio memutar sepeda motornya , langsung menancap gas meninggalkan Nadia . Karena penasaran , Rio mencoba menoleh ke belakang , apakah Nadia berada di sana atau tidak . Ternyata , ia sudah menghilang . Cepat sekali ia pergi , padahal jarak dari jalan itu ke rumahnya sekitar 300 meter lagi , secepat itukah ia berjalan ?! . Entahlah . Yang pasti , malam ini banyak sekali keanehan yang terjadi pada dirinya .
            Ayam jago sudah berkokok , sudah pagi rupanya . Rio sudah tampak rapi dengan rambut cepak yang disisir rapi ke atas , ia sudah siap menuju rumah Nadia . Jam 9 pagi , untung saja hari ini jadwal kuliah kosong , ia punya banyak waktu untuk mengajak Nadia jalan – jalan . Rio memasukkan gear sepeda motornya dan menjauh dari rumahnya .
            Tibalah ia di sana . Tapi ia keheranan , melihat bendera merah di tancapkan di atas gedebok pisang dan kerumunan oarang berpakaian hitam berlalu lalang masuk ke dalam rumah  Nadia . Rio masih tak mengerti apa yang terjadi di sana , mencoba mencari tahu dengan bertanya pada salah satu keramaian orang di sana .
            “ Bang , bang ,  ada apa ini ?! Nadia mana ?! “
            Berbagai pertanyaan dicecarkan Rio untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana . Dugaan – dugaan negatif tentang Nadia mulai muncul di benaknya . Namun , Rio mencoba menenangkan pikirannya sebelum mendapatkan jawaban yang tepat dari seorang laki – laki yang ditanyainya .
            “ Kamu benar – benar tak tahu apa yang terjadi ?... “ ujarnya lepas dengan nada merendah .
            “ Apa yang sebenarnya terjadi ?! Di mana Nadia ?! “
            Kini Rio tak bisa mengendalikan emosinya , ia habis kesabaran menunggu jawaban dari laki – laki itu .
            “ Nadia sudah meninggal . “
            Jantung Rio mencelos . Perutnya bergejolak hebat , mendengar apa yang barusan  dikatakan lelaki itu .
            “ Tidak mungkin ! kau bercanda kan ?! Kalau kau bercanda , tolong ,  ini sungguh – sungguh tidak lucu tahu ! “  Urat matanya memerah , Rio tak sanggup lagi membendung air matanya .
            Lelaki itu hanya menatap kasihan padanya . Wajahnya menekuk lemah , air mukanya muram , hanya bisa menggeleng pelan .
            “ Aku tahu kau akan sulit menerimanya bahkan aku sebagai saudaranya sendiri . Kemarin sore ,  Nadia bersama dengan laki – laki yang memboncengnya mengalami tabrakan dengan truk diesel . Nadia tak sanggup lagi bertahan , menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 10 . 15 malam , sementara  laki – laki tersebut masih kritis di rumah sakit . “
            Tanpa sadar , lelaki yang mengaku sebagai saudara Nadia , matanya berkaca – kaca meneteskan air mata , mengutarakan berita kematian adiknya sendiri . Rio yang masih dibalut shock dan tak percaya itu , wajahnya menegang , bibir kelu gemetar , meradang mendengar kabar dukacita tentang kematian Nadia .
            Semua keanehan , keganjilan yang dirasakannya saat bersama dengan Nadia benar – benar nyata . Nadia yang ditemui nya tadi malam itu bukanlah Nadia yang asli melainkan [ ... ] , pasti kau tahu .
            Dalam harunya , Rio melihat sosok yang berdiri jauh dari keramaian di sana . Wajah seputih kapas berlumuran darah kering , rambut panjang yang kusut berantakan itu tersenyum dingin padanya . Rio terperanjat menyaksikan penampakan Nadia yang sudah tak elok lagi , sebelum ia menghilang tersapu angin .
Nadia oh Nadia ...  

Sabtu, 10 Januari 2015

Keluarga ? Yes No 1


Hem haha... lama gak nulis artikel lagi nih.
oh ya sobat, w mau ucapin selamat tahun baru ya buat kita semua hehe sry telat.
Hem......
Kali ini artikel nya membahas tentang keluargaku gpp ya....

Baju Hitam (ayah)
Saya sih sering manggil bapak soal nya sudah kebiasaan.
Bapak adalah sosok yang sangat teliti, cerewet, haha berpengalaman dan banyak hal yang bisa saya pelajari.
Bapak mengajarkan saya untuk belajar bertahan hidup, eitt bukan untuk berburu tetapi untuk dapat mengahapi masa depan yang akan saya alami nantinya.
Bapak juga mengajarkan banyak  kata - kata bijak, ungkapan, bahkan saya sampai tidak mengerti makna nya, tapi beberapa yang di katakan bapak adalah pengalaman yang telah di alaminya.
Bapak ingin menjadikan kami agar sukses di masa depan, ia ingin melihat anak - anak nya tumbuh dewasa dan siap untuk bertarung di masa depan.
Kalaupun bapak cerewet mungkin karena kami tidak betul dalam melaksanakan tugas, atau juga cerewet nya terlalu berlebihan hehe...
Bapak bekerja di sebuah PTPN 4 di Gunung Bayu sebuah perusahaan yang lumayan, tetapi ya begitu lah kini sudah mau pensiun dan ya begitu lah (pribadi)
oh iya untuk selera humor bapak lah no 1 hehe pandai kali bikin ketawa di keluarga seppp

Baju Kebayak (mama)
Saya lebih suka memanggil mak haha alasannya sama udah kebiasaan.
Mama adalah sosok yang sangat cerewet hehe sama juga, baik, penyayang, ya banyak lagi deh yang gak bisa di ucapkan.
Mama mengajarkan saya untuk dapat menjaga, menyimpan barang - barang serta merawatnya hehe mungkin di sini saya gagal test ya semenjak kejadian itu.(pribadi)
Tiada kata yang bisa ku ungkapkan untuk mama ku ini, mama adalah wanita terbaik didunia bagi saya.
Sekarang tugas ku hanya berupaya supaya mama ku tetap tersenyum, dan jangan pernah bersedih lagi,
Mama bekerja sebagai guru SD di Sekolah Swasta Methodist Perdagangan.
ohh iya mama pandai memasak dan masakan nya selalu enak hehe aku selalu pelanggan no 1 hehe.

Baju Dress Putih (adek ku )
Untuk cerita ini gak akan banyak ku sampaikan. kalau ketahuan bahaya.
Mereka adalah adik ku, mereka mempunyai tekat / cita - cita yang sanggat tinggi. Ingin menjadi seorang dokter.
hem jadi binggun mau buat apa lagi ya dikit lagi aja yee...
Sifat adikku hampir sama baik (kalau ada mau nya), cerewet, Gamers , periang , ya bisa di lihat sendiri lah, pandai (banyak koleksi piala), apapun kelakuan adikku kalau ada yang ganggu pasti lah berurusan dengan ku Dan ku jamin......

Nah kalau yang baju kemeja putih
Pasti dah tau kan itu abang w tanya aja cemana dia...

Saya tau sumua keluarga pasti punya sisi negatif, tidak terkecuali keluarga saya.
Jadikan lah sisi negatif itu menjadi sebuah dasar penggikat dalam keluarga
Tanpa adanya itu suatu keluarga pasti akan berantakan.
Kalau dalam keluarga kami..
Kami adalah keluarga yang sederhana, berkecukupan dalam segala hal.
Kami mungkin tidak bisa seperti merka yang punya mobil mewah, harta melimpah,dll. tetapi kami mempunyai Rasa damai, dan Iman yang kuat yang membuat selalu berkecukupan.

Last ini untuk di pahami aja lah ya...
Keluarga Inti adalah orang yang bisa kamu percayai di dunia ini ( bisa di buktikan). jagalah keluarga mu seperti kau menjaga nyawamu.

ok nite .... 

Sabtu, 06 September 2014

Kesenanganku Dan Pengalamanku

Sobat Bloger

Setelah lama aku berdoa, Tangisan dan kekecewaan sudah banyak ku alami.
Kini Doa ku sudah terwujud, aku sudah masuk di Universitas Sumatra Utara (salah satu universitas terbaik di daerahku)
Aku sekarang Masuk di Bagian/ Bidang Administrasi Perkantoran dan kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Belum banyak orang yang ku kenal di sini, aku gak tau sifat-sifat dan watak mereka.
Mereka menggunakan topeng atau tulus dari hatinya, aku belum tau.
Tapi tadi aku dah dapat 2 teman mereka dari Nias (sayangnya aku belum tau namanya)
Yang satu Bidang Keuangan dan yang satu lagi Bidang Perpustakaan.
Mereka lumayan baik, ya moga" kami dapat berteman bersama nanti.

Kini orang tua ku bisa tersenyum sedikit, aku telah memberikan hadiah kecil buat mereka.
Begitu juga keluargga ku, mereka sudah ikut merasakan bahagia yang ku rasakan.
Terutama Nenek ku begitu senangnya dia mendengar bahwa aku telah masuk di Universitas USU ini.
Aku senang, mereka dapat merasakan senang sama seperti yang ku rasakan.

Aku mengucap Banyak trimakasih Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Karena Doa kecil ku yang aku impi-impikan sudah terwujud
Kini doa ku selanjutnya aku dapat Kuliah dan dapat nilai yang bagus.
Agar bisa ku berikan hadiah kecil buat kedua orangtuaku.

Pengalamanku :
Seperti dua bungga yang berbeda warna, yang tercampur menjadi satu.
Yang dipadukan menjadi indah dan menjadi enak di lihat bagi semua orang.

Tadi Pukul 10:30 (lewat sedikit).
Aku Memasuki Rumah Sakit USU untuk melakukan Cek Kesehatan.
Sebagai Mahasiswa pemula Aku Pasti binggung (Memang Binggung)
Banyak sekali yang mau di isi dalam Buku cek kesehatanya, ya untung aja ada satpam nya.
Makasih Pak satpam (penghargaan dari saya)
Memasukki RS usu Aku Masuk di antrian akhir ya gpp lah, sekalian liat" besarnya gedung nya.
Ketemu dengan Kawan Ku yang kuceritakan tadi (Perpustakaan) dia cerita banyak tentang apa aja.(Rahasia)
Lanjut antrian berjalan sampai di giliran aku.
Ntah siapa Bapak ini tp lumayan baik lah gpp (Dia bilang gini : yakin ini jurusan mu, Emang bisa?)
Wah, aneh lah perasaaan ku Tp ku jawab lah (Ya, begitulah pak gpp namanya udah masuk)
Trus di sampingnya ada ibu" ya baik juga (Dia bilang gini : nanti cari bos yang perempuan.)
Ini lagi tambah aku jawab juga (iya, bu) Ibu itu Ketawa.

Cek punya cek Lanjut lah aku.
Di buat pusing sama satpam yang di dalam (untuk ini gak usah cerita)
Test kesehatan mata (Normal , Saran pakai kacamata,tidak buta warna, sehat Clear)
Test Bagian Pria ( Normal, Tekanan darah tinggi -_-, Aman. Clear)
Ketemu dengan kawan (keuangan) cerita banyak ini juga (Rahasia)

Test THT (Normal, Saran Perlu pengecekan/pembersihan, bagus, Clear)
Test GIGI (Normal, Saran Perlu penambalan, Pembersihan , Clear)
Test Tinggi/Berat Badan (173 Berat nya aku lupa , Clear)
Disini juga di tanya Begini Ini jurusanmu Dek? Aku jawab Ya bang itu yang masuk -_-

Terakhit Test Darah (disini Lama banget Dokter nya Cerita dulu pakai acara Jeda tp gpp Baik Kok)
(golongan Darah O, aku belum tau dan pengen tau apa nama cairan yang buat mengetahui golongan darah itu, Warna kuning campur darah = Hitam. Warna Biru Campur darah = Merah agak hitam dikit)
Penyerahan berkas dan selesai.

Lanjut pukul 14 :00
Kegelanggang Mahasiswa (tidak begitu Lama) melakukan pengecekan SKHU,Bukti Kesehatan, No Peserta Ujian,P4,P5.
Dikasih Jadwal dan NIM sementara, Di sambung Penulisan Bukti Hadir + dapat Buku Tata tertib USU (PUSING)

Di Keroyok Ama Kakak dan Abang Senior (Sepertinya Menggunakan Topeng Baik nih gak tulus)
Bla-Bla jumpa ama Senorku, isi data Langsung Ke Tempat Pengisian KRS

Nah disini aku binggung lagi tp gpp yang penting Tujuan nya belajar
(untuk ini rahasia ya Malu)

Begitulah Kesenanganku Dan Pengalamanku
Menjadi Satu Menjadi indah dan akan begitu selamanya.

@jandriomanurung

Jumat, 22 Agustus 2014

Yang Terpenting Mungkin Buat Ku


Hem malam ini aku mau bercerita tentang nasehat yang di berikan ayaku padaku.
Mungkin ini adalah hal yang terpenting yang dapat ku gunakan saat aku dewasa Nanti.
Ada 3 Hal yang di beritahukan ayah ku padaku buat persiapan ku menuju dewasa.

Mungkin ini lah nasehat yang aku sukai tapi beberapa belum / mungkin tidak ku kuasai.
Ya. mungkin karena aku bandel hehehe langsung saja ke 3 hal penting untuk di terapkan menuju dewasa versi ayah ku.

~Hal pertama : Pelajari / kuasai Bahasa Inggris
YA, itu adalah hal yang paling aku suka Tapi belum aku kuasai.
Kata Ayak ku begini : Bahasa inggris mungkin Hal terpenting yang harus Kau kuasai karna Gara" bahasa ini bisa membuat mu seperti orang pintar, dan otomatis dapat mencari pekerjaan dengan mudah.
Mungkin kalau saja aku Dulu gak main main di pelajaran ini, ya mungkin dah ku pelajari dengan tekun nih hehehe tp ya gpp lah inggris w setengah" aja kalau di tanya kira" tau Ya jawab YES, kalau gak tau jawab nya NO. hehehe (gak patut di tiru)
Eitt, Tapi w masih ada keinginan untuk belajar ini mungkin beberapa bulan lagi w akan fokus dalam bidang ini hehehe ya aku usahakan kali ini serius lah.

~Hal Kedua : Pelajari / Kuasai permainan Catur
YA, ini adalah game kesukaan gue jangan di tanya, kalau memang jago kita main hehehe.
Tapi, w belum mahir lah cuman Bisa ku kuasai lah ini.
Kata Ayah ku begini : Dalam permainan catur banyak memakai strategi, kalau kamu mau memakan / melangkahkan satu bidak catur mu pikirkan gimana langkah untuk selanjutnya, usahakan jangan hanya memakan tapi bagaimana cara mematikan dengan cepat.
Mungkin ini adalah hal terbinggung buat ku...
Penjelasan nya begini : gunakan catur itu dalam kehidupan mu, misalnya dalam pekerjaan kau gunakanlah trik catur didalamnya jangan hanya untuk mendapatkan sebuah jabatan saja, tapi gimana langkah kamu dapat bertahan di perusahaan tempat kamu bekerja.
Sebenarnya penjelasan ini masih panjang lagi udah banyak lupa aku hehehe tp itu yang terpenting nya.

~Hal yang Ketiga : Pelajari / Kuasai Permainan Gitar
Ya, ini mungkin hal tersulit bagi ku soal nya aku gak tau betul cara memainkan gitar
kalau untuk hal ini aku tidak/belum bisa mempelajarinya soalnya betul" gak ada pengalaman.
Hem Tapi kalau ada yang mau berminat jadi guru aku ya contack aku. aku mau jadi muridmu. hehehe
Kata Ayahku begini : Gitar adalah alat yang enak di bawa kemana, saat kau pandai memainkan gitar hidup mu akan bahagia nanti ada saat nya kau akan bosan dengan dunia ini. nah saat itu kau ambilah gitar kau petikkan dan nyannyikan sebuah lagu begitu nikmat nya dunia inikau rasakan.stres mu akan hilang dan hidup mu kembali ceria lagi.

Kadang kalau di pikir-pikir ada benarnya juga. 3 hal tadi mungkin adalah hal yang harus aku kuasai.
Mungkin sulit bagiku Tapi harus ku jalankan
Itu lah gunanya Keluarga, indah saat kita curhat bersama Ayah
Berbagi kisah dengan ayah dan ibu mungkin hal yang paling Romantis dari pada kita pacaran dengan kekasih kita.(ya karna aku masih jomblo hehehe)

Salam @jandrio manurung

Terima Kasih Atas Kata-Kata Ini

Gambar ini di buat oleh adik Ku....

Ini adalah kata-kata yang di berikan Kakak ku/Teman BBM ku yang sangat baik kepada ku.
Ini diberikannya pada Waktu Aku sedang Ya,Kalau kata zaman sekarang "Galau"
Kalau di pikir" ada benar nya juga nih....

Kadang-kadang dunia itu nampak jahat sekali.
Kadang-kadang dunia itu nampak indah sekali.
Waktu dunia terlihat kejam rasanya pengen mati aja.
Tapi waktu dunia nampak indah kita gak rela buat ninggalin.

Kadang-kadang kita lihat orang.
"Kok mereka bisa enak yah sedangkan aku engak?"
Padahal mereka gak semuanya terlihat seperti itu.
Kadang-kadang orang menutupi lukanya dengan topeng.
Diluar nampak It is oke,oke.

Tapi sebenarnya dalamnya luka.
Cuma gak ada orang yang tahu,yang pada akhirnya.
Orang-orang baru sadar setelah dia pergi.
Namanya juga dunia, Gak adayang sempurna.

~Yang ini Di Sambungan nya dikirim kan Setelah Pesan di atas selesai~

Kadang-kadang tanpa kita sadari apa yang udah kita lakuin itu melukai orang lain Yg kita sayangi.
Tapi Kadang-kadang juga orang yang menyayangi kita tanpa kita sadari juga udah kita lukai.
Tapi biasanya itu Kita Tahu setelah Penyesalan sudah datang kepada kita.

Kita bertanya?
"Kok dia gak kasih tau yah?"
Coba kalau kasih tau gua gak akan gitu.
Atau Kalau tau begitu aku gak akan begini.
Kalau tau bakal kek gini gua gak akan cepet" ambil keputusan deh.

Sedih liat orang yang kita sayangi atau sayang ama kita mengalami masalah.
Apalagi kalau kita cuman bisa lihat aja, gak bisa lakuin apa" buat dia dan Mereka.
Tapi gak bisa berbuat apa", paling cuman nangis.
Kalau seandainya waktu bisa di putar, pengen kembali ke masa" liat dia bisa bahagia.
Tapi nasi udah jadi bubur,Bubur udah gak bisa jadi nasi lagi.
Cuma bisa pasrah , berharap Tuhan bisa balas semua kebaikan dia.

End

@jandrio manurung
BBM :2a1c28bc

Selasa, 19 Agustus 2014

17 Tahun ku

Malam ini aku bosan banget gak tau mau ngapain, dari pada gak ada kerjaan ya buat nambah artikel.
Aku posting Saat ultahku Ke 17 tahun aja Hehehe, ya ini ultah yang paling mungkin bersejarah buat ku

Tepat tanggal 15 januari 2014 Ya, beberapa bulan yang lalu aku ultah yang ke 17 tahun.
Suatu momem yang mungkin gak pernah aku lupakan,karna ini adalah ultah yang dirayaan bersama keluarga besarku.
Itu, Yang memakai baju merah di sebelah ku sedang berdiri adalah ibuku.
Dia yang menyusun semua acara Ultahku ini, Ya buat repot orang tua aja aku hehehe, tapi aku gak minta ultah besar- besaran.
Momem ini juga bertepatan saat berkumpulnya keluargaku di kota perdagangan ya sekaligus merayain acara ku hehehe.

Awal mulanya aku gak tau mau di rayain beginian, aku kira ini hanya ultah yang simpel aja, Ya seperti prinsip  ku simpel woles.
Eh, gak tau nya di beliin banyak kue sih, hehehe lumayan juga buat makan nyum", Ya.
Awal nya sih aku malu, ya Tau lah masa acara Ultah cowok di Rayaan Bersama Keluarga, Ya malu donk hehehe Tp Gk tau seperti nya ada dorongan sih yang membuat kau tetap mau melakukannya, Mungkin karna kue nya hehehe.

Mungkin Acara Sweet Seventeen atau 17 tahun kalian Bahagia juga sama seperti ku.
Di acara ku, banyak keluarga yang terharu melihat ku sudah tumbuh besar dan berkembang menjadi remaja yang baik di mata keluarga.
Mulai dari Mama,Papa,dan keluarga lain nya banyak sekali yang mendoakan ku.
Tampak wajah mereka yang Gak tau sih ngungkapinnya, tp sepertinya ikut bahagia bersama Ku di Ultahku ini.

Acara yang sederhana mungkin tampak jelas melalui foto yang ku Tunjukan ini.
Tak tau mengapa Di saat ultahku Ya, mungkin ada sedikit sedih dan bercampur bahagia.
Mungkin Tanggung jawab ku sebagai anak Pertama Dari Keluargaku.
Berat sih tp Memang begitu lah anak Laki "

Trus, hehehe apa lagi ya, hem oh ya Kue ultah ku ku dapat Gratis loh hehehe, Kata mama ku yang tukang kue nya Itu Mama angkat ku, Gak tau deh Tp gpp Yang penting orangnya baik kok hehe.
Di acara Sweet Seventeen " dalam Bahasa Luas" hehehe
Adalah pengalaman ku yang paling bahagia dan gak akan Pernah ku lupakan.
Karna mungkin Moment ini gak akan pernah ku dapat lagi untuk jangka dekatnya Hem~

Kalau di tanya Keluarga Bagi Saya adalah
Di saat kamu Sedih,Senang,atau Keadaan yang mungkin gak bisa kamu ungkapin ke orang"
Ungkapin lah ke keluarga Terutama Ayah / ibumu . mereka adalah Tempat Curhat mu yang paling3x mengerti tentang perasaan mu.
Aku sudah Penah Melakukan nya Curhat Bersama Keluarga awalnya Sih memang Gak asik, Tapi lama"
Pasti Akan terjadi sesuati (tergantung Suasana)
Coba aja.....
Mungkin Kalau Bisa di bilang Keluarga adalah SEGALA nya Buat ku.


Oh ya foto" moment ku 17 tahun dapat kalian liat di
Facebook : Jandrio manurung

Senin, 18 Agustus 2014

Aku Demam

Hujan yang deras yang sedang berlangsung di kota ku Medan.
Panasnya hari berganti dengan cuaca yang dingin, gak tau kenapa aku ingin berbagi kisah ku ini.
Demam, adalah penyakit yang paling ku benci di saat kita ingin melakukan aktivitas aku tidak mampu untuk melakukannya.
Gara-gara demam sekarang kondisi ku sedang tidak enak, badan ku lemas, suhu badan ku naik.

Padahal, aku sedang berada di rumah kakak ku untuk melanjutkan ujian testing kuliah ku selanjutnya.
Kondisi uang yang sudah sedikit membuat aku tidak bisa membeli obat.
Di tambah lagi aku sudah banyak merepotkan kakak ku.
Ya, mungkin hanya 1 pinta ku mohon sembuhkan aku Tuhan jangan kau beri penyakit ini pada tubuh ku.
Aku ingin melanjutkan kegiatan ku selanjutnya, aku ingin bermain dengan adik kakak ku ini.

Dengan kondisi seperti ini aku tidak bisa melaksanakan aktivitas ku secara normal.
Ya, aku ingin sembuh
Mungkin aku gak tau mau minta sama siapa lagi.
Mohon kabulkan doa ku ini Tuhan.
#amin

Tak tau mengapa di saat semua orang senang mungkin hanya aku yang terus bersedih.
Saat semua merayakan Hari Ulang Tahun negara ku dengan gembira.
Hanya aku saja yang tidak merayakannya, aku hanya melihat kegembiraan yang dirasakan teman ku lewat Akun Facebook ku.
Mungkin ini cobaan buat ku untuk tetap lebih sabar menanti kegembiaraan yang di berikan Tuhan Padaku.
Aku Tetap Menanti Yang Terbaik Dari mu Tuhan
#amin

@jandriomanurung